Lantaran sejak kecil sudah
terobsesi sama Supermen, sohibku melakukan segala cara biar seperti jagoan yang
diidam-idamkannya itu. Mulai dari nama, ia pun menggantinya menjadi SUPARMAN,
dibedain dikit biar nggak terkesan plagiasi. Kemudian ia pun memakai baju
laiknya Superman beneran, tetapi karena masih malu-malu, celana dalamnya nggak
dipakai di luar, tetep di dalem, … hiahaha!
Ok, dari penampilannya sih udah
mirip-mirip dikit, namun menurut sohibku sendiri katanya masih ada yang kurang.
“Kurang apanya?” tanyaku
penasaran
“Aku kan belum bisa terbang” kata
suparman polos
“Terus gimana caranya, ada-ada
aja ah”
“Baiklah, aku buktikan yah!”
Suparman pun segera naik pohon
kelapa, lalu terjun bebas sebelum aku meneriakinya. Naasnya ia nyungsep disemak-semak,
kepalanya benjol, dan segera dilarikan ke rumah sakit.
“Makanya jangan jadi
supermen-supermenan, begini kan akibatnya!” kataku saat menjenguknya di rumah
sakit
“Iya … aku nyesel, besok nggak
lagi deh” ujar Suparman lirih
“Nah, gitu, dong!”
“Besok kalo udah sembuh aku nggak mau lagi jadi
Supermen, tapi mau jadi tokoh idolaku yang satu lagi
“Hah … Siapa?”
“Wonder Woman!”
Comments
Post a Comment