Biasanya yang paling disukai
anak-anak sekolah yaitu waktu mendekati jam pulang. Pelajaran belum selesai
kadang anak-anak sudah bersiap-siap, tak tekecuali Sudrun. Melihat gelagat
murid-murid begitu, para guru kemudian bermusyawarah dan menghasilkan sebuah
metode cemerlang, yakni tanya jawab
seperti jaman dahulu, yang bisa menjawab dengan cepat maka dia pulang paling
duluan. Metode ini pun kemudian diterapkan pertama kali di kelas Sudrun.
Kebetulan Bu Ngatmi, guru sejarah yang mendapat giliran mengajar jam terakhir
dan mau tidak mau Bu Ngatmi harus melaksanakan metode tersebut.
Di Kelas Sudrun, mendektai jam
pulang, anak-anak mulai gelisah. Ada yang memasukkan bukunya, ada yang
sebentar-sebentar melihat jam dan Sudrun sendiri terlihat asyik ngobrol sama
teman sebangkunya. Bu Ngatmi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan
anak-anak didiknya. Ia pun membatin, “Metode ini sepertinya sangat tepat,
sekarang saatnya beraksi!”
“Perhatian! Ibu mau ngomong
sesuatu sama kalian, beberapa waktu yang lalu telah disepakati kalau sebelum
pulang kalian harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Siapa yang bisa
menjawab pertama kali maka diperbolehkan pulang! Keputusan ini sudah disepakati
kepala sekolah maka mulai sekarang Ibu
akan melaksanakan metode tersebut! Siapa diantara kalian yang bisa menjawab
pertanyaan ibu maka kalian boleh pulang!” Kata Bu Ngatmi dan anak-anak terlihat
cemas mendengarnya, kecuali Sudrun anteng-anteng saja.
Ketika Bu Ngatmi tengah membuka
buku untuk mengajukan petanyaan, tiba-tiba sepatu melayang tepat mengenai
jidatnya. Plakkkk … Bu Ngatmi pun sangat kaget dan marah besar.
“Kurang ajaaaaaar … siapa yang
lempar sepatu?” bentak Bu Ngatmi dengan mata memerah. Anak-anak sangat
ketakutan. Suasana pun langsung hening dan dalam pada itu tiba-tiba Sudrun
berdiri.
“Saya, Bu, nah ibu kan tadi sudah
nanya dan sudah bisa saya jawab berarti saya boleh pulang dong, Bu?” kata
Sudrun polos.
“Sudruuuuuuuuuuuuuuuuun!!!!”
Comments
Post a Comment