PERIHAL FULL DAY TO SCHOOL



Latah nih, ikutan ngomongin soal gagasan pak mendikbud baru. Kabarnya gagasan tesebut akan diberlakukan buat anak sekolah tingkat SD dan SMP. Nah, mari kita simak pendapat Ngatimin, salah seorang wali murid di sekolah Sudrun. Menurut desas-desus yang saya dengar Ngatimin ini bokapnya Sudrun. Hhh. Apakah sama koplaknya dengan Sudrun atau bagaimana? Nah, kebetulan Bu Ngatmi sebagai wali kelas Sudrun yang menanyakan hal ini langsung kepadanya.

“Pak Ngatimin, apakah bapak sudah tahu mengapa baak diunang e sekolah?” tanya Bu Ngtami

“Belum, Bu, ada apa, ya?” Ngatimin balik nanya

“Begini, Pak, nanti rencananya di sekolah akan diberlakukan Full Day To School makanya Bapak diundang kemari untuk dimintai pendapatnya,” 

“Oooh, eh,  … Full Day To School itu apa, ya, Bu?” 

“Itu maksudnya anak-anak akan tetap belajar di sekolah penuh, pak, mungkin bisa dari jam 7 sampai jam 5 sore, karena menurut Pak Menteri kita dengan adanya hal ini perlahan anak-anak itu akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja, Nah, kira-kira bagaimana sikap Pak Ngatimin jika Sudrun harus belajar dari pagi sampai sore, Pak?” tegas Bu Ngatmi panjang lebar

“Waaaaaah … saya senang sekali, Bu, alhamdulillah!” jawab Ngatimin kegirangan

“Saya salut sama Bapak, disaat banyak yang kontra dengan program ini, tapi pak Ngatimin benar-benar menanggapinya dengan antusias, nah, jadi nanti kalau bapak sedang bekerja setidaknya Sudrun bisa diawasi oleh guru-guru di sekolah dan tidak liar dalam bergaul, bukankah begitu, Pak?”

“Sebenarnya bukan gitu, Bu, … mmm saya ini nganggur, Sudrun itu kalau udah di rumah, haduh, tiap bentar minta duit, tiap bentar minta duit, kan saya pusing, Bu!” 

“Weladalaaah sudrun!”

Comments