Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Tedi itu
jomblo paling akut. Tiap kali orang membicarakan dia, ujung-ujungnya arah
pembicaraannya lari ke arah kejombloannya. Musiyem, sebagai emaknya merasa iba
hati. Sekian lama anaknya hidup dalam hati yang sunyi, mengembara dari hati ke
hati tetapi tak satu pun ada yang mau merestui untuk menambatkannya menjadi
kekasih hati. Sedih dan sedih, begitulan ungkapan hati Muisyem kala melihat
anak-anak muda yang sebaya dengan Tedi jalan
berdua-duaan dengan kekasihnya. Sebagai anak yang baik dan penurut, Tedi pun
tak mau membuat emaknya jadi sedih maka segala cara dia lakukan untuk
menyenangkan hati emaknya itu.
“Mak, sudahlah, Ted nggak apa-apa, kok jangan
murung dan sedih, ya, mak?” ujar Tedi ngadem-ngademin emaknya yang sedang
gundah gulana
“Masalahnya bukan itu anakku sayang, coba inget
umurmu? Udah kepala tiga kaan, tapi sampai sekarang tak satu pun ada perempuan
yang pernah kamu kenalin sama emak, jujur ya anakku emak juga kepengin
nimang-nimang cucu anakku!” kata Musiyem sedih, garis-garis dikeningnya
berkerut, pipinya yang peot pun tampak makin cekung ke dalam.
“Maak, jodoh itu di tangan Tuhan, nanti juga
kalau udah waktunya ada kok buat Ted, mak!”
"Tapi kan harus dibarengi usaha juga Ted,
kalau kamu ndekem di rumah terus dan kurang gaul gitu, ya mana mungkin kamu
kenal sama perempuan!”
“Tenaaaang mak, Ted udah ada kok, besok ted
kenalin deh sama emak” sangkal tedi buat menyenangkan hati emaknya
“Benarkah Ted anakku sayang?" Musiyem
melonjak kegirangan
“Iya, maak bener!”
“Siapa nama perempuan yang sudah menjadi
bidadarimu itu anakku?”
“Airi, Mak!”
“Airi ... duh nama yang bagus, alhamdulillah,
akhirnya Tuhan mengabulkan permohonanku,”
Melihat emaknya begitu, Tedi menunduk dan matanya
langsung berkaca-kaca. Ia merasa berdosa sekali telah membohongi emaknya. Entah
sampai kapan emaknya akan tahu hubungannya dengan Airi yang sampai sekarang
belum pernah diceritakannya karena memang baginya sangat tak mungkin untuk
memberitahukan kekasihnya itu. Adapun sebabnya adalah cinta yang terlarang.
Airi memang benar-benar sudah merasuk dalam relung cinta yang terdalam Tedi,
tetapi tak bisa dipungkiri kalau nama asli Airi adalah Arie, yang kalau malam
pakai rok mini, siang jadi tukang becak … haha
Comments
Post a Comment