KISAH ASMARA SANG JOMBLO



Sudah bukan rahasia umum lagi kalau Tedi itu jomblo paling akut. Tiap kali orang membicarakan dia, ujung-ujungnya arah pembicaraannya lari ke arah kejombloannya. Musiyem, sebagai emaknya merasa iba hati. Sekian lama anaknya hidup dalam hati yang sunyi, mengembara dari hati ke hati tetapi tak satu pun ada yang mau merestui untuk menambatkannya menjadi kekasih hati. Sedih dan sedih, begitulan ungkapan hati Muisyem kala melihat anak-anak muda yang sebaya dengan Tedi jalan berdua-duaan dengan kekasihnya. Sebagai anak yang baik dan penurut, Tedi pun tak mau membuat emaknya jadi sedih maka segala cara dia lakukan untuk menyenangkan hati emaknya itu.

“Mak, sudahlah, Ted nggak apa-apa, kok jangan murung dan sedih, ya, mak?” ujar Tedi ngadem-ngademin emaknya yang sedang gundah gulana

“Masalahnya bukan itu anakku sayang, coba inget umurmu? Udah kepala tiga kaan, tapi sampai sekarang tak satu pun ada perempuan yang pernah kamu kenalin sama emak, jujur ya anakku emak juga kepengin nimang-nimang cucu anakku!” kata Musiyem sedih, garis-garis dikeningnya berkerut, pipinya yang peot pun tampak makin cekung ke dalam.

“Maak, jodoh itu di tangan Tuhan, nanti juga kalau udah waktunya ada kok buat Ted, mak!”

"Tapi kan harus dibarengi usaha juga Ted, kalau kamu ndekem di rumah terus dan kurang gaul gitu, ya mana mungkin kamu kenal sama perempuan!”

“Tenaaaang mak, Ted udah ada kok, besok ted kenalin deh sama emak” sangkal tedi buat menyenangkan hati emaknya

“Benarkah Ted anakku sayang?" Musiyem melonjak kegirangan

“Iya, maak bener!”

“Siapa nama perempuan yang sudah menjadi bidadarimu itu anakku?”

“Airi, Mak!”

“Airi ... duh nama yang bagus, alhamdulillah, akhirnya Tuhan mengabulkan permohonanku,”

Melihat emaknya begitu, Tedi menunduk dan matanya langsung berkaca-kaca. Ia merasa berdosa sekali telah membohongi emaknya. Entah sampai kapan emaknya akan tahu hubungannya dengan Airi yang sampai sekarang belum pernah diceritakannya karena memang baginya sangat tak mungkin untuk memberitahukan kekasihnya itu. Adapun sebabnya adalah cinta yang terlarang. Airi memang benar-benar sudah merasuk dalam relung cinta yang terdalam Tedi, tetapi tak bisa dipungkiri kalau nama asli Airi adalah Arie, yang kalau malam pakai rok mini, siang jadi tukang becak … haha

Comments