KWATRIN MUNASABAH SAJAK CINTA



(1)

pada saat itu, sajak-sajak tumbuh di kebunku; mekar!
dengan seribu mawar,
ia bergeletar.
hendak menusuk sunyiku yang tawar.


(2)

lalu, kau datang.
dengan sajak putih,
menjadi piguraku yang hilang
hingga sunyiku tak lagi berbuih.


(3) 

setelah itu, sajak-sajak menggenapi dada,
bagai tiara,
menjelma ia pada kanvas rasa,
menyuar dengan pijar-pijar pelita.


(4) 

kini, putik-putik asa dalam dekapan,
menjadi sebuah hantaran.
kelak bersama putaran musim yang menyuluh,
tetap menjadi sajak cinta yang seluruh.



Ruang kolaborasi, 2015

Comments