Hari ini Iblis
sedang galau karena bulan ramadhan telah datang. Menurut bangsa Iblis kalau
bulan ramadhan itu membawa berkah bagi bangsa manusia, maka bagi bangsa iblis
justru membawa petaka. Sudah barang tentu penghasilan para iblis dari menggoda
manusia itu sedikit, tak cukup buat menghidupi keluarganya selama sebulan. Maka
dari itu, untuk menambal kebutuhannya para iblis pun banyak yang mencari job
sampingan. Ada yang menjadi pengintip dimasjid kalau-kalau saja ada yang nyuri
sandal, ada juga yang mangkal di perempatan barangkali manusia-manusia itu lupa
terus menawarkan diri untuk digoda.
Bagi Iblis
yang tidak punya job sampingan dengan terpaksa harus berjuang sekuat tenaga
untuk menutupi kekurangannya. Ini berlaku bagi iblis yang sudah uzur dan
tenaganya tak mampu lagi buat menggoda
manusia. Pada Bulan ramadhan ini biasanya
mereka menjual perkakas apa saja yang mereka miliki, seperti perkakas dengki,
perkakas iri, perkakas marah, dan perkakas-perkakas lainnya yang digunakan
untuk menggoda manusia. Pada bulan ramadhan ini perkakas yang paling diminati
adalah perkakas pembangkit hawa napsu. Iblis tua menjual perkakas ini dengan
sangat mahal.
“Kenapa ini
sangat mahal?” Tanya salah satu iblis muda
“Perkakas ini
mudah dipakai dan berdaya guna tinggi pada bulan puasa kayak gini” jawab iblis
tua
“Dengan
perkakas ini kamu bisa masuk ke hati manusia dengan mudah dan kamu dapat
berbuat semaumu untuk membatalkan puasanya. Kamu tahu tidak? Barang ini paling
dicari oleh bangsa iblis dan ini termasuk barang langka karena hanya iblis
kelas tinggilah yang cuma punya barang ini” sambung iblis tua meyakinkan
“OK, saya
beli, tapi jika tak berfungsi saya kembalikan”
“Siip”
Setelah
perkakas itu dibelinya, iblis muda pun penasaran untuk mencobanya. Kebetulan
saat itu anak manusia lewat tepat dijidat iblis muda. Anak manusia ini
berpakaian rapi, parlente, dan necis abis. Bangsa manusia menyebutnya sebagai pejabat
dan manusia model seperti itulah yang paling gampang digoda dan seringkali
menjadi sasaran empuk bagi bangsa iblis. Maka dengan bekal perkakas yang sudah
dibelinya, iblis muda pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Segeralah iblis
muda merasuk dan menancapkan perkakasnya ke hati pejabat tersebut. Sunggu
diluar dugaan. Perkakas itu bereaksi secepat kilat. Pejabat yang tadinya mau ke
masjid tiba-tiba berubah haluan menuju ke warung. Iblis Muda pun terus
menguntitnya. Di warung makan, pejabat membatalkan puasanya dan ketika selesai
makan lantas segera mengelap mulutnya dengan rapi dan berlagak lemes macam
orang berpuasa. Iblis muda tersenyum lebar.
Setelah
percobaannya berhasil, iblis muda mendatangi iblis tua.
“Saya telah
mencobanya dan ternyata berhasil, memang hebat perkakas ini” Ujar iblis muda
penuh kemenangan
“hmm memang
betulkan apa kata saya” jawab iblis tua. Iblis muda pun kemudian pamit membawa
perkakas yang dibelinya.
“Dasar goblok,
pejabat itu kan klien saya. Tanpa pake perkakas pun dia sudah pasti begitu.
Hehehe” gumam iblis tua sembari ngloyor membawa hasil dagangannya.
Comments
Post a Comment