Gara-Gara Facebook-an


Seperti biasa, sehabis magrib para tukang becak berkumpul di pangkalan yaitu di sebuah pertigaan yang menghubungkan jalan besar menuju ke desa. Tak luput pula si Rusdi. Dia selalu aktif menjalankan rutinitasnya sebagai tukang becak. Menurut Rusdi, orang boleh memandang rendah profesinya. Tetapi jangan salah, tukang becak itu lebih mulia daripada koruptor, bahkan lebih nyantai daripada orang-orang yang kerja di kantor, yang penting jatah anak istri tercukupi.
“Rus, kamu liat Dalimin gak?, kok dia belum keliatan congornya” Tanya Dirman yang baru saja datang sembari memarkirkan becaknya
“Iya nih, si dalimin nggak keliatan, kemana ya dia?” Jawab Rusdi spontanitas
Mereka pun saling berpandangan, melihat-lihat kejauhan, barangkali saja ada si Dalimin. Tetapi rupanya makhluk yang dibicarakan belum juga kelihatan batang hidungnya. Menurut rusdi, nggak ada dalimin nggak rame, katanya persis menirukan adegan iklan di sebuah televisi. Beberapa yang lain juga nampaknya sependapat dengan Rusdi, tanpa si dalimin pangkalan jadi sepi, apalagi jika musim sepi penumpang, para tukang becak cepat merasa bosan dengan sendirinya, lantas beberapa ngloyor pulang. Beberapa lagi paling tidur nangkring dibecaknya ditemani angin malam yang dinginnya nggak karu-karuan.
Kalau ada si Dalimin, suasana jadi lain cerita. Yang sepi jadi rame, tak ada penumpang tak jadi soal. Para tukang becak senang-senang saja nongkrong dipangkalan ketimbang pulang tanpa hasil. Kata salah satu tukang becak, mending tertawa-tawa bersama si Dalimin, kan bisa awet muda, daripada pulang disambut muka masam istri, bisa-bisa tua sebelum waktunya. Begitulah kata tukang becak yang tidak mau disebutkan namanya.
“Rus, kamu susul saja si Dalimin, daripada sepi kayak gini” Perintah Dirman kepada Rusdi
“Iya Rus, buruan susul si Dalimin” Timpal yang lainnya sementara yang disuruh cuma bersungut-sungut, lantas segera menghengkangkan becaknya sambil ngedumel lirih.
Di tengah jalan, rusdi bertemu dalimin.
“Hai, Min, kemana saja kamu, ditungguin dari tadi kok nggak nongol-nongol” Kata Rusdi agak sewot
“Saya dirumah saja, saya punya barang baru Rus” Sahut Dalimin
“Apa itu”
“Nanti saja, saya ceritakan di pangkalan, ayo, cepat” Keduanya pun segera mengayuh becaknya cepat-cepat.
Sesampai di pangkalan, Dalimin segera merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah handphone made in China. Yang lain segera mengerubuti Dalimin.
“Apa itu, Min” Tanya salah salah satu tukang becak yang tidak mau disebutkan namanya
“Ini handphone” jawab Dalimin
“Wah hebat kamu min punya hape segala” Sahut Rusdi
“Saya juga punya Min” Timpal Dirman merogoh sakunya dan mengeluarkan hape jadul ukuran segede pisang dengan layar mini dan warna monokrom.
“Yang ini lain Man, ini lengkap ada pesbuknya, kamu ada nggak” Tandas Dalimin dengan penuh tekanan pada kata pesbuk. Dirman melongo, rasanya asing sekali kata yang barusan didengarnya. Barang sedikitpun tak pernah mendengarnya. Lantas dirman segera mencat mencet hapenya yang barangkali menemukan apa yang dimaksud Dalimin, tetapi tetap nggak ketemu juga. Akhirnya nyerah juga.
“Pesbuk itu apa min?” Tanya Dirman penasaran, sementara yang ditanya diam sebentar, mencoba mengingat-ingat pengertian pesbuk yang tadi diajarkan anaknya yang masih SMP, tetapi rupanya ingatannya tumpul juga.
“Pesbuk itu …… ah, sudahlah liat saja nih” Dalimin menyodorkan hapenya yang tampilannya sudah diseting sama anaknya dari rumah jadi tak perlu repot-repot dalimin membuka pesbuknya. Segera saja para tukang becak yang sudah absen dipangkalan segera mengerubuti dalimin, persis lalat mengerubuti makanan basi.
“Wah ada poto kamu min …” sahut Rusdi
“Ada poto cewek cakepnya juga” timpal yang lain
“Wah keren ..”
“Hebat kamu min”
Dan rupanya hari sudah larut malam, para tukang becak masih asyik mengerubuti dalimin. Tiba-tiba tidak begitu jauh terdengar suara yang memekakan telinga. Terjadi tabrakan maut antara sedan dan kijang. Semua tewas seketika. Para tukang becak segera berhamburan menolong para korban, kecuali dalimin yang masih asyik pesbukan. Tak berapa lama polisi dan ambulance berdatangan. beberapa tukang becak ikut mengantarkan korban ke rumah sakit, beberapa lagi jadi saksi, dan yang lainnya ikut membantu menyingkirkan bangkai mobil.
“ min kenapa kamu nggak bantuin” Teriak rusdi dan Dirman bersamaan
“ini Rus, saya mau bantuin tapi kata anak saya kalau pesbuknya nggak dipakai lagi harus di tutup dulu, katanya biar aman, biar nggak dibuka orang lain, saya bingung nutupnya gimana???
“Lah ………. ????”

Comments