Semua bapak yang ada di dunia ini tentu akan bahagia sekali
menyambut kelahiran anaknya. Begitu juga Kang Wirjo, sangat gembira sekali,
apalagi itu anak laki-laki pertamanya. Jauh-jauh hari rupanya kang wirjo sudah
menyiapkan nama buat anaknya. Jika laki-laki namanya adalah Poniman dan jika perempuan
namanya “Sumirah’. Kedua nama tersebut sudah melalui proses penyaringan dari
nama-nama yang diusulkan oleh ide-ide kang wirjo dan istrinya. Kata Kang wirjo nama nama tersebut sangat
bagus peruntungannya, tentu saja karena sudah melalui proses itung-itungan dan
Kebetulan sekali anak kang wirjo laki-laki maka berdasarkan kesepakatan yang
tidak dapat diganggu gugat diberi namalah anak itu “Poniman. Ternyata
berdasarkan ketentuan yang berlaku, sejelek dan sebagus apapun nama seseorang
pasti akan diabadikan dalam sebuah kartu
berukuran A4. Nah, sekarang Kang wirjo akan mengabadikan nama anaknya dalam sebuah
kartu berukuran A4 maka dari itu kang
Wirjo segera mendatangi ketua RT setempat.
“Pak, saya mau bikin akta kelahiran buat anak saya” Kata
kang Wirjo
“syaratnya poto kopi KTP, KK, dan surat nikah, untuk ongkos
administrasinya 100 ribu” Kata Pak RT
“Aduh, Pak KTP saya sudah mati, KK saya entah dimana, dan
surat nikah saya udah digerogoti tikus pak” Keluh Kang Wirjo
“Ya harus bikin yang baru lagi, untuk KTP ongkos
administrasinya 50 ribu, untuk KK ongkos adminitrasinya juga 50 ribu, dan untuk
membuat surat nikah yang baru ongkos administrasinya 250 ribu, ditambah dengan
ongkos buat Aktanya 100 ribu, jadi jumlahnya silahkan dihitung sendiri” kata
Pak RT
Kang Wirjo hanya bisa garuk garuk kepala, bingung mikirin
mau cari utangan dimana, sementara untuk biaya kelahiran anaknya saja kemarin dia
udah ngutang sama Mbakyu Paitun masa harus ngutang lagi sama Mbakyu Paitun, kan
pasti urusannya panjang, pikirnya.
“ya sudah pak bikin aktenya nanti saja, sekarang ini saya
cuma bawa uang 25 ribu” kata kang wirjo sembari menjabat tangan Pak RT tuk pamit pulang.
Mata kang Wirjo merah agak membasah, dadanya sesak, langkahnya
berat, dan berjibun keruwetan ada dikepalanya.
Hari itu kebahagiaan dan kegembiraan Kang wirjo seakan lenyap ditelan kata-kata Pak RT.
Hari itu kebahagiaan dan kegembiraan Kang wirjo seakan lenyap ditelan kata-kata Pak RT.
Comments
Post a Comment