Ngatimin Sekolah

Sekolah kejar Paket memang sangat membantu sekali. Apalagi bagi orang-orang seperti Ngatimin, Sukirah,  Ngatino, dan beberapa orang lainnya yang namanya kalo dipake buat anak-anak jaman sekarang sudah sangat tidak lazim. Dengan adanya kejar paket, Ngatimin yang sedari kecil belum pernah mengenyam bangku sekolahan sudah mulai bisa membaca dan menulis. Sekalipun membacanya masih terbata-bata dan tulisannya sama dengan anak sd yang baru masuk sekolah, tetapi itu menjadikan kebanggaan yang sangat sangat luar biasa bagi Ngatimin dan yang lainnya.
“Anak-anak, kalian sekarang sudah bisa membaca dan menulis, nah sekarang kalian akan belajar menulis surat dan membaca surat kalian di depan kelas” Kata guru yang selalu kelupaan memanggil murid-murid kejar paket dengan sebutan anak-anak padahal rata-rata yang mengikuti kejar paket kumisnya sudah pada baplang semua.
Ngatimin kebingungan, seumur hidup belum penah sekalipun dia nulis surat. “anu…e…suratnya ditujukan untuk siapa pak  guru?”Tanya Ngatimin
“Suratnya ditujukan untuk ….e…nah, untuk pak Bupati saja, ya untuk Pak Bupati” jawab guru sekenanya. “Ayo sekarang mulai menulis surat” perintah guru lagi.
Ngatimin mikir-mikir kira-kira apa yang mau ditulisnya, kemudian dia dapat ide dan langsung mulai menulis suratnya.
Beberapa saat kemudian …
“nah, waktunya sudah selesai, ayo coba kamu Ngatimin maju ke depan dan baca surat kamu” perintah guru kepada ngatimin.
Ngatimin pun maju dengan hati berdebar-debar, kemudian langsung membaca surat yang ditulisnya
“ Kepada Bapak Bupati yang saya hormati dan saya cintai di tempat
Langsung saja ya pak, Pak Bupati saya sudah bosan hidup melarat, pak.
Trima kasih
Hormat saya
Ngatimin “
Begitulah surat yang ditulis Ngatimin. Surat yang ditulis dengan polos, jujur, dan dari palung hati yang paling dalam.

Comments